Hidup Ini Hanya Sementara
Minggu, 26 Juli 2015
Apakah Masa Depanku Pantas Untukmu?
Senin, 03 November 2014
tak banyak yang mau kukatakan pada kertas kosong ini. Gelegak hampa ini tak terdefenisikan. Aku tak tahu kenapa, hanya merasa kosong. Mungkin karena banyak pikiran. Mikirin Rpp, mikirin skripsi, nasi yang hampir basi, nasi yang kebanyakan, lauk ayam goreng sisa sedikit, lauk ikan kuah kuning masih banyak, kacang rebus hampir membusuk, motor belum dicuci, lantai belum disapu. Stress.
Teman teman tahu mana yang harus kubereskan lebih dulu? Apa yang harus kulakukan? Tahukah kalian kalau aku pernah mempertimbangkan lari dari rumah? Apakah kalian merutukiku pengecut jika aku melakukannya? Bukankah lari dari rumah butuh keberanian besar? Aku sebenarnya tahu waktuku sudah sejak lama habis, terlalu banyak hutangku pada masa lalu, terlalu banyak. Sehingga aku takut melihat kedepan.
Aku yakin kalianpun pernah merasakan penyesalan seperti ini. Mengapa dulu tak belajar, mengapa tak mengerjakan tugas, mengapa begadang terlalu larut, mengapa tadi pagi tak mencuci motor, mengapa aku menunda nunda? Aku yakin kalian tahu rasanya jika pernah mengalami. Tapi yang beda adalah apa yang dilakukan berikutnya. Bukan begitu? Karena sejarah yang terhenti tidak ada, waktu bergulir terus.
Tik tok. Waktu mengetuk mengetuk ingatanmu untuk berhenti menyia nyiakan. Tapi aku memilih membiarkan dan menunda. Dan inilah yang kutuai.Sebuah kegamangan absolut. Aku tak bisa memastikan masa depan, ya semua orang juga begitu. Maksudku aku merasa masa depanku runyam. Masa depan seperti itu tak pantas diisi kehadiran seorang wanita hebat seperti kau... Makanya aku malu. Terima kasih, kehadiran kau membuat aku berani membuka mata melihat kedepan. Meski yang kulihat hanya abu dan puing. Sisa kejayaan yang aku runtuhkan. Dan aku tak bisa membuat kau ikut, meski aku sangat ingin. Sangat ingin... Bagaimana denganmu?
Salam Selalu
Rahasia Yang Menyedihkan
Jumat, 31 Oktober 2014
Dunia yang menyedihkan. Ada rahasia yang tersimpan di dunia yang menyedihkan ini. Tentang seseorang yang melihat kenyataannya. Seseorang yang tertolak dari terang, dan memilih terus berjalan dalam gelap. Ada banyak hal yang mau diceritakan meski tak pantas. Ada banyak kenyataan yang perlu diketahui meski tak menyenangkan.
Orang itu, yang duduk di kursi didepan sana, aku tak mengenalnya, tapi aku merasa sedih melihatnya. Seorang bapak bapak seperti itu apa yang dia lakukan disitu disamping dosen kami? Kenapa dia tak mengajar di kelasnya sendiri jika dia dosen? Kenapa dia tidak di tokonya jika dia pengusaha? Apa yang dia lakukan disini? Apa dia tak punya pekerjaan lain? Akankah aku seperti itu juga? Jujur saja, aku tidak mau.
Pada kenyataannya, aku juga tidak berhak berharap yang muluk muluk, misalnya mau jadi keren kaya raya dan terkenal. Dengan kemalasan yang belum berhasil kuusir, aku bahkan layak untuk mendapatkan sesuatu yang lebih hina. Bisa saja kau temukan aku meringkuk di depan emperan toko minggu depan, atau di bawah kolong jembatan di surabaya satu bulan kemudian.
Rasa stress memang kutanggapi dengan cara yang keliru, sudah sejak lama. Hasilnya malah berlipat ganda, stress itu berkembang dalam diriku secara membabi buta. Aku bingung dan linglung, tak tahu mau melakukan apa. Hal baik memang aku tahu banyak, tapi selalu saja aku lari, tak mau mengaku. Lari menuju peristirahatan sementara, melenakan dan membutakan, menyenyakkan dan meng alpakan. Tapi kuakui dalam pelarian selama apapun takkan ditemui kedamaian, ketenangan. Yang hadir cuma gelisah setia menemani, khawatir berkepanjangan, momok.
Dari titik sumpahku kubuat hingga kini, belum juga aku menyongsong terang, entah kenapa. Mungkin karena rasa malu dan bersalah, dari kesalahan yang terlanjur kulakukan dan tak bisa kuhapus kejadiannya, pun tak bisa hinggi kini kulupa rasanya. Kesalahan yang membuatku merasa telah mengganggu hidup orang orang. Semoga dia mau memaafkan kebodohan dan kelancangan ini.
Salam Selalu.
Tak Ada Jurang Tanpa Dasar
Selasa, 28 Oktober 2014
Cinta Gak Terlalu Sama Dengan Lemah
Selasa, 27 Mei 2014
setelah kuingat kalian semua, para nama agung yang pernah memberiku kesempatan mencintai, aku kini bisa menyimpulkan. Ada pesan yang kalian semua ingin perlahan sampaikan dan tanam, dan aku harus paham itu sekarang. Jika tidak, akan tambah banyak hari tak jelas yang sebenarnya sudah terlalu banyak di rentetan waktuku. Jika tidak aku pahami sekarang, jatuh cintaku selanjutnya akan kembali membawa luka gamang tak terpahami.
Semua kata yang telah dan kelak kuketik mungkin akan mengganggu banyak orang, Tapi inilah cita-citaku. Selamat datang... Tuhan. Terima Kasih.
Hati ini masih hancur seperti senantiasa, masih seperti 4-6 tahun lalu, tak berbentuk lagi, tak pantas dimiliki siapa-siapa, tapi tak apa-apa. Semua itu bukan alasan untuk menyia-nyiakan detik-detikku.. semua itu bukan untuk dikutuk seterusnya. Meski pasti besok-besok bisa jadi kalian dapati aku yang versi bangsat ternayta belum juga pergi-pergi, tapi hasrat untuk bahagia, menikmati, bersyukur, belajar lebih, semoga juga ikut menemani.
Hari-hari ini mungkin yang kutulis hanya seperti ini, tapi janji untuk menulis hal lainnya juga ada di niatanku. Aminkan, kawan..
Gamang Larang
Selasa, 13 Mei 2014
Tak kupungkiri awalnya semua ini cuma soal cinta belaka. Pada makhluk makhluk rupawan surgawi bernama perempuan, tapi kini tak lagi sesederhana itu, meski kuakui tetap merekalah intinya. Kawan, jika kau tak keberatan kupanggil kawan, ujung dari dunia memang harus kiamat. Ini bukan realita pesimistik, ini hanya fakta otentik karya manusia biasa. Kita semua merindukan Orang-orang seperti Nabi. Orang-orang gila yang bisa kita ajak ngomong dan bergaul sehari-hari. Orang-orang sinting yang bisa kita cintai sampai mati. Orang-orang yang selalu salah dimengerti namun pemberani dan terus bersosialisasi, bukan mereka yang patah-arang lalu menyembunyikan diri. Sebenarnya, sejauh inilah cinta itu kugapai...
Terlalu klise jika cerita cintaku lagi yang mau kuungkit-ungkit, karena setelah aku keliling internet, kisahku bukan yang pertama, pun bukan yang terakhir. Kulihat akhir dari kisah -kisah lama, kulihat awal dari kisah-kisah baru, hanya senyum yang bisa kuukir. Di tempatku, permainan sudah lama usai, seharusnya begitu. Tak ada lagi yang harus kuikuti, semua sudah selesai sejak sangat lama sekali, seharusnya seperti itu. Tapi hidup masih harus terus dilalui, dan disini aku tersesat. AH...betapa lama aku mau mengatakan itu.
Memang bukan terapi seperti ini, bukan relaksasi seperti ini yang cocok denganku, tapi kadang aku mau, betul-betul berharap. Sapa tau disini kutemui satu sisi koinku yang lain itu. Yang akan mengantarku menemui takdir yang sebenarnya sudah lama dijanjikan untukku. Yang akan mempertemukanku dengan satu belahan jiwa yang lama tersimpan dan juga sama menanti-cari ku. Yang akan membawaku pada pertobatan yang sebenarnya, pelepasan yang sempurna.
Sejauh mata memandang masih kutemui para hantu itu.
Terlepas Terbebas
Minggu, 13 April 2014
Saat itu aku sedang berjalan. Motor matic yang selalu setia menemaniku terparkir tak jauh di belakang sana, kehabisan bensin. Kuparkir sesukaku di pinggir jalan setelah lelah kudorong beberapa lama, jika ada polisi yang iseng-iseng lewat dan melihat motorku begitu, sudah pasti aku ditilang, sim ditahan, stnk ditahan, motor ditahan. Biarlah, lagipula aku tak punya rencana kembali kesitu. Jadi jika kelak diantara kalian ada polisi, atau pelaku curanmor yang menemukan motor itu, terserahlah mau kalian apakan motor itu, kuikhlaskan. Angkut saja.
Temple.....RUN
Minggu, 16 Februari 2014
Malam ini, alias barusan...saya telah memainkan game Temple Run II... ternyata seru juga ya?
Temple Run II ini pasti udah banyak yang tau.. bisa jadi malah saya yang paling belakangan tahu soal gane ini... soalnya barusan megang android (iya tauk, jadul). Awal main Temple Run II ini ane sempat ngamuk ngamuk dalam bathin... soalnya nih game asli nyebelin banget pertamanya..tapi setelah selang berapa galon....ehm...maksudnya selang berapa hari.... saya bertemu Hasbi.
Ok...ada ketidaknyambungan di akhir paragraf diatas... tapi tunggu dulu ... Itu disengaja. Alias pasri ada penjelasannya... tenang...tenang.. semua benang kusut ini akan saya urai tuntas dan akan kita temui simpulnya bersama-sama. Oke, lanjut... jadi ini semua bermula pada beberapa abad silam... atau tidak.. Tarolah beberapa hari yang lalu.. kalian semua sudah tahu kan apa yang terjadi? Ya... sya bertemu dengan Hasbi. Bukan, bukan yang insiden saya makan tahu pakai mayo naise. Jadi, ternyata Hasbi ini jago main Temple Run II teman teman!
Oke... hikmah dari cerita ini... jangan pernah menyerah atau putus asa.... gapailah mimpimu stinggi- tingginya... karena kesempatan hanya datang pada orang yang siap. Dan pasar!? Pasar akan memihak pada anda anda yang punya barant jualan.... Pesan saya ... rajin-rajinlah menabung... taati pesan orang tua....jaga kerukunan dengan sesama ummat beragama.... bersainglah secara sehat... selamat ber-twit ria!!
Sekian..
Salam selalu....
Bangkit Dulu, Ah.
Jumat, 14 Februari 2014
"Berkaryalah... Agar otakmu tak dipenuhi hal-hal yang berbau penyakitan b*ngs*t dan sejenisnya"... ini hanya kata-kata saya, tanda kutipnya buat keren-kerenan aja. Aduh.. Mata saya koq giniyaa.. Apakah mungkin karena sekarang udah jama 03.00 pagi?Ato ini gejala mata minus? Waduh gawat... Saya gak pernah kepikiran bakalan kena mata minus.. Gak pengen juga sih.. Ah semoga bukan gejala mata minus.. Semoga ini akibat gangguan setan yang ingin menghalangi saya dari berkarya dengan cara menulis ini. Yah... meskipun gak keren dan gak terlalu waras ini kah orisinil... asli buatan sendiri.. Meskipun tentu banyak yang secara gak sadar yang terketik ini adalah hasil dari pemikiran banyak orang. Saya hidup sampai sekarang kan juga karena bantuan banyak pihak. Laptop yang sekarang saya pakai kan juga hasil keringat banyak orang.
Terima kasih Ayah..
Terima kasih Ibu.
Terima Kasih Adek-adekku..
Terima kasih Om.. Tante..
Terima kasih juga... Tukang siomay, tukang bakso, mbak-mbak dan mas-mas di Alfamidi, mba-mbak dan mas-mas di Carrefour, Mbak-mbak dan mas-mas di Indomaret.. Tukang tambal ban, tukang sepeda, supir taksi, tukang bajaj, sopir angkot, Pak pilot, mbak pramugari, Pak masinis, Terima kasih ya...
Ohya... Juga buat teman-teman sekalian yang membaca tulisan ini juga terima kasih banget. Ini saya liat banyak yang dari Amric...Gak tau deh nyata ato fiksi... Tapi terima kasih juga.. udah mo mampir n baca-baca.. Mampir lagi ya,...Oh... Buat teman-teman yang gak baca juga terima kasih ya...
Salam selalu..
Ternyata BElum Cukup.
Rabu, 11 Juli 2012
mungkin untuk membuat kau sadar, bahwa kau mencintaiku dengan cara yang tidak kusukai, aq haruss pergi dulu...lalu membiarkan kau menangis, lalu membiarkan kau luka, lalu membiarakan kaw mencari.............
tapi aq tidak bisa melihat kau menangis, tapi aku tidak mau membuat kw menangis. tapi kau telah berikan aku luka, tapi kw telah bohong padaq...tapi kaw telah buat aq rasakan sakit, tapi aq tidak mau menangis lagi...aq tida suka menangis,...
karena itu aq tdak mau melihatmu menangis, nanti aq jga menangis..
maafkan karena begini,...ternyata aq blum bisa mencintaimu seperti itu, aq tak bisa tidak sakit hati saat melihat kaw lebih peduli pada laki-laki lain, tetapi aq bisa merelakanmu, aku bisa biarkan kw disana,..tapi aq harus pergi, q tidak bisa tinggal,...aq harus tidak melihatmu,...aq takut jadi benci kamu. tapi aku, sesuatu waktu mungkin akan melihat-lihat lagi,...melihat senyummu lagi...........mungkin hanya lewat foto.
jadi mungkin yang terbaik memang seperti ini. jadi sekali lagi maafkan aku. aku seharusnya memang pergi sejak dulu (toh kau jg takkan mencari), setelah tugasq telah kuketahui telah digantikan..........tugasq untuk menjagamu telah ada yang mengganti. seseorang yang lebih baik, seseorang yang lebih mampu, seseorang yang lebih pantas...............bagimu. karena bagiku, kita telah lakukan yang terbaik, kita lebih baik! karena bagiku, kita yang terbaik, kita telah melakukan tugas kita dengan baik. meski kita kadang tak saling paham, kita telah lakukan yang terbaik............dalam hatimu kaw tahu itu, kaw akui itu, kau pahami itu. tapi kaw telah gunakan "bagimu", kau telah gunakan kamu dan aq, tak ada lagi kita....
aku tak menyesali pertemuan kita (bagaimana denganmu? semoga juga tidak). tak ada yang perlu disesali dari hubungan yang telah kita lalu. 3 tahun luar biasa yang kita (atau mungkin haxa aq), telah lalui.............semua itu semua yang luar biasa, semua itu buat aq lebih dewasa,..denganmu,............aq sudah rasakan cinta yang terbaik...irna...,
maaf lagi, aku tidak bisa ungkap semua ini langsung di depanmu......aq terlalu takut melihat keadaan, kw mungkin akan segera mengusirku, menyuruhku pulang, menyuruhq tak kembali..........aq ingin aq saja yang pergi..aku tak ingin melihatmu jadi jahat, biar aku saja yang jadi jahat.
namun jika memang aq tak bisa lebih dari ini, usaha ku sudah sampai disini, tidak akan ada lagi kata cinta terungkap, sisa di dada, takkan lagi ku ucapkan rindu (krena septxa haxa aq yg rasakan).......tak perlu ada lagi saling jaga perasaan....... tapi seprti selalu..........kapanpun.....
sepeti selalu, seperti selalu...........selalu.
............................................................................................
Sedikit Cipratan.
Salam Selalu..
Laptop Mogok
Minggu, 17 Juni 2012
Tak usahlah saya berpanjang-panjang mengenai kitab-kitab tadi. Karena tujuan saya adalah blog ini bisa dibaca siapapun dengan agama apapun.
Nah, kitab-kitab tadi saya mau donload karena berkaitan erat dengan tugas yang sekarang ingin sekali saya selesaikan, berhubung pemeriksaan tugas ini (konon katanya), akan terjadi besok. Saya tak pernah mau cari gara-gara dengan sengaja dengan para dosen saya. Apalagi dosen Ilmu hadits kami (ini tugas untuk ilmu Hadits), selain dia adalah dosen, lebih tua dari kami, dia juga Kepala jurusan kami. Takutkah aku? Ohh jelas! Sejelas matahari 12 siang, kala hari cerah.
Laptop ini sudah meraung-raung minta istirahat, minta diperbaharui. Tapi aku belum juga mengizinkan itu terjadi. Minta diinstal ulang maksudnya. Laptop ini jadi gak asik lagi, karena sering melambat, lelet, jadi frustasi kalo lagi ngisi blog kayak sekarang. Salahku juga sebenarnya akarena memperlakukan laptop ini dengan semena-mena. Ku download apapun yang bisa ku download semauku, kubuka kapanpun aku mau. Kuletakkan dimana saja aku berkehendak. Kuinstal game apa saja yang bisa kuinstall. Kutumpuk file-file nya sembarangan. Ditambah antiseptik, maksudnya antivirus, yang seadanya. maka lengkaplah penderitaan laptop ini. Maka laptop ini juga tak mau tinggal diam.
Seperti halnya para buruh yang mogok kerja jika gajinya tak dinaikkan, maka laptop ini juga sering mogok di tempat dengan tiba-tiba, setiba-tibanya. Pointer mouse yang tak mau bergerak, layar yang sulit terbuka, dan lebih sulit lagi ditutup. Kelip-kelip layar taskbar yang tentu memberi kejutan-kejutan tak sedap dipandang. Lalu layar anti virus essentials yang sering muncul berkali-kali, dengan durasi waktu yang teratur, dan....menjengkelkan. Semua itulah yang kulalui, asal kau tahu, kawan... Perjuangan kadang tak menuntut darah, air mata dan keringat untuk jadi melelahkan..
Dan setelah semua ini selesai.. Setelah semua tugas ini selesai.. Well, Masih ada tugas lainnya.
Salam Selalu.
