Tampilkan postingan dengan label tapi gak bakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tapi gak bakat. Tampilkan semua postingan

Aku ini Aku, aku si aku.

Sabtu, 22 November 2014

Lets do it fast, okay? A poem should be good by now.. So a poem it is. Now, Should we?

Aku nyalang dan terang, mataku belalak lalak.
Aku teriak dan garang, aku ngelakoni.
Oh, eh.. putri.. gadis.. cewek. kamu. Tuju.
le lek lek... Teredam malukah aku, terbakar takutkah aku. Hilangkah itu?
Wah tidak.. Sama sekali tidak. Sembunyi dia.

Suntuk, aku kutuk. Kubur saja kubur!
Kubur lagi, kubur! Bakar ajalah tu, bakar!
Kan ya seingatku tak begini, apa? apa? APA??!

Suram suram, karabam bam.. nguik nguik.. Holloh.. holloh!
Yeah yea yeah.. We knew it all along. I just pretend to be blind.
No, I just paralyzed. I just fall. I fall deep.

Kayak ndak pernah terjadi itu, tapi pernah.
Kayak ndak pernah tertulis itu, tapi pernah.
Kayak nda pernah ada itu, tapi ada.
Cinta, kenapa mesti selalu begini jalannya?
Ya aku salah. Ya aku salah. Ya aku tahu aku salah.
Aku salah. Aku tahu salahku apa.
Aku cuma tak mau percaya.
Pura pura tuli dan buta.
Aku bisu, bisu meraja.
Aku terkungkung, lama.

dan Kukira kau beda.

Sekian.
Salam selalu.

Bersama, The Script.

Minggu, 11 Agustus 2013

Setelah bertahun-tahun mengalami galau, saya mendapatkan beberapa pelajaran. Seenggak-enggaknya kurang lebih saya tahu galau itu apa, gimana rasanya, dan apa saja syarat-syaratnya kalau mau  galau kamu itu asyik. 

Galau itu adalah satu dari sekian banyak jenis perasaan untuk menggambarkan suasana negatif yang terjadi di hati manusia, (atau mungkin juga di makhluk lainnya). Galau sering digambarkan dengan warna hitam, atau abu-abu, atau kuning. Warna-warna yang menggambar suasana lemah atau frustrasi atau benci, atau apalah namanya, You Name It!!. Maaf, defensi ini tidak ada sumber tertulisnya, gak saya ambil di KBBI juga. Jadi kalau ada ketidak-samaan pendapat dalam hal ini tidak usah dirundingkan panjang-panjang. Hanya buang-buang umur saja.

Rasanya galau itu sepat, pahit, atau hambar, tergantung kasus keadaan atau lidah (atau maksud saya hati) masing-masing. Seperti yang sering saya bilang, ada tempat, ada waktu, ada kejadian. Galau itu semacam obat kuat yang konsumsi Noya gak bisa sembarang orang. Rasanya yang tidak bisa di tolerir itu bisa menimbulkan situasi-situasi yang tidak terduga. Seperti halusinasi berat, sakit tak terdeteksi, kemalasan berganda, bau badan berlebihan, senyum datar, ketawa jahat, dan hal-hal aneh lainnya.

Seenggak-enggaknya ada beberapa syarat yang harus terpenuhi kalau mau galau kamu itu asyik. 

1.     Harus di tempat khusus area galau.
Ya, lacaklah di kota atau kabupaten anda titik-titik seperti itu. Tuhan maha Pengasih maha Penyayang, rasa kasih sayang Nya menyeluruh ke semua orang, termasuk orang galau. Jadi emang ada beberapa titik yang Tuhan ciptakan itu pas banget banget buat bergalau ria. Katakanlah pinggir pantai, puncak gunung, di atas pohon, di gua, dll, ada juga yang buatan manusia, contohnya kamar, ruang tamu malam hari, tempat tidur, kamar mandi (?). Pokoknya sesuatu sperti itu lah,... You Name It.

2.     Area galau itu harus sepi. 
Bahkan kalau bisa kamu sendiri doang di tempat itu. Gak lucu kalau kamu galaunya ramai-ramai (maksudnya ada di area galau yang sama dengan orang galau lainnya). Bayangkan lah kamu sedang galau, terus tiba-tiba kamu keceplosan ngedumel “Ah... Padahal hubungan kita ludah jalan 3 tahun, kenapa kita putus”. Tiba-tiba orang galau di samping kamu ikut ngedumel “Ah.. padahal hubungan kita ludah 6 tahun, kenapa kita putus”, terus ada lagi yang ngedumel “Ah... padahal hubungan kita udah... (kamu dan orang galau kedua tadi diam mendengarkan) ah.. sudahlah.!!!”. Nah kan gak seru, jadinya kayak ada ajang lomba galau gitu. Tiba-tiba orang ke-empat, (oh Tuhan, kenapa 4 orang galau bisa ngumpul di satu area, apkah tanda kiamat sudah dekat) nyenolong Aja pergi Gak momong apa-apa. Selidik demi selidik ternyata dia galaunya karena gak pernah pacaran.

Galau bisa diderita siapa saja, penyebabnya bisa apa saja, untuk beberapa orang, galau malah bisa terjadi tanpa alasan tertentu. Bagi mereka, galau sudah seperti makanan sehari-hari. Mereka tak tahu kapan itu bermula, ketika sadar, galau sudah ambil tempat. Tidak mau pindah ke mana-mana. Kadang gak ada pilihan selain bilang,”Yah.. Sudahlah!”. Bukan berarti mereka sudah terbiasa. Rasanya tetap sesepat biasanya, tidak jadi manis karena sering dirasakan. Tapi mereka belajar menjalani hidup saja.

Saya mau bawa materi ini ke panggung Stand Up Comedy satu hari....

Salam selalu....
(Band The Script lagu-lagu nya keren.!)


Hidupkan Kembali Pak Harfan!

Kamis, 14 Juni 2012

Saya sedih dengan perfilman indonesia. Jujur saya ini penikmat fanatik film, tapi sering sedih kalo liat industri film negara ibu pertiwi. Gimana enggak coba? Sementara orang lain sudah mendaratkan Robot Raksasa di sisi gelap bulan (Transformers 3), kita malah masih ngerebutin telur ajaib (serial Tv Blangkon Ajaib).

Film, dari awal munculnya memang sudah menunjukkan potensi untuk jadi salah satu favorit yang bakal paling dicari. Sudah sejak film itu masih hitam putih dan tanpa suara. Sebuah negara melambung tinggi namanya kalau bisa menelurkan sebuah film yang "keren". Negara maju, maupun negara berkembang. Tengoklah india dengan bollywoodnya.

Oke, mungkin indonesia kesulitan mengikuti koreografi india yang waaaww!!. Tapi coba lihat jalan cerita Three Idiots, Taare Zamen Paar.Masih Sulitkah Indonesia mengikutinya? Orang pintar di indonesia banyak koq.

Memang, belakangan industri perfilman Indonesia mengalami perbaikan yang "mengharukan". Sebutlah Merantau, The Raid, Ayat-Ayat Cinta, dan Laskar Pelangi. Tapi itu semua masih jauh dari target yang menurut saya pribadi bisa kita capai.

Dan saya mau menekankan dulu pada film Laskar Pelangi. Sebagai penggemar Fanatik Tetra Logi Laskar Pelangi dalam bentuk novel, saya SANGAT kecewa. Film ini mungkin mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, tapi saya, dan mungkin banyak pembaca setia Laskart Pelangi lainnya sangat tidak puas. Saya membanding-bandingkan, bukan dengan maksud merendahkan, tapi coba lihat HArry Potter! HarryPotter yang sama-sama film Adaptasi dari Novel. Saya sadar sekali keterbatasan kita. Tapi coba perhatikan.

Sebenarnya, kali ini saya mau membahas serial tv anak yang menjengkelkan itu. Tapi, komentar tentang Laskar Pelangi The Movie ini sudah terlalu lama saya simpan-simpan. Jadi, biarkan saya ngamuk sejenak. Tentu ngamuk dengan cara yang kalem. Tidak grasak grusuk, ato bakar-bakar ban.

Saya mau mulai dengan Pak Harfan. Pertanyaannya. Mengapa Pak Harfan Meninggal? Saya memang tidak mencari-cari faktanya, tapi teman-teman boleh lacak. Dari Novel Laskar Pelangi sampai Maryamah Karpov, pak Harfan SAMA SEKALI belum meninggal. Ya! Setidaknya itu yang ditulis Andrea Hirata di Novelnya. Saya tahu, Andrea Hirata dilibatkan dalam pembuatan film ini, tapi......ahhhh....saya tak tahu mau ngomong apa. Mungkin film ini mau dibikin jadi lebih dramatis, tapi, menurutku, cara yang baik tidak seperti ini. Apa pun motifnya, saya sama sekali tidak respek dengan modus seperti ini.

Lalu, tarian para siswa Muhammadiyah. Oke, keterbatasan. Lagi-lagi keterbatasan membuat pencitraannya tidak maksimal. Tapi ini namanya bukan kurang lagi, tapi Minus! Bayangan saya mengenai gambaran Andrea Hirata mengenai tarian itu rontok seketika. Benar-benar menjengkelkan. Jika film ini mau diliris ulang, sya sangat menanti perbaikannya.

Lalu, Flo. Flo di film Kalem banget. Cenderung lemot malah. Kemayu pula. Padahal, di Novel, Flo adalah petinju perempuan yang disegani. Saya juga menanti perbaikan disini.

Dan satu lagi, Lintang dan Lomba Cerdas Cermat. Okelah, tontonan ini mau ditujukan kepada segala umur. Maunya supaya semua penonton paham substansi film. Tapi, ini namanya kelewatan bro. Silahkan Liat Lintang di Laskar pelangi, Juga kejadian di Cerdas Cermat. Ini titk inti, sebuah simpul yang hilang.

Saya memang tak ada peran apa-apa di pembuatan film ini. Cuma penonton dan komentator saja. Tapi ini setidaknya menunjukkan bahwa saya ini perhatian. Saya peduli. Masih ada banyak masyarakat Indonesia yang Peduli dengan isi film yang ditontonnya.

Kalo lain kali, mau ada film adaptasi lagi, tolong lah mas. Janganlah terlalu di ubah. Apalagi lagi sampai "Membunuh" orang , ato"membunuh" Karakter.

Nulis And Ngetik

Kamis, 22 Desember 2011

Asiikkkee...
Ini kolom gila gilaan..

Coba ya, aku punya keyboard kayak kertas, ditulisin, hrufnya muncul di layar, kayak ngetik tapi nulis, nulis tapi ngetik. gitulah... beda banget deh perasaannya kalo nulis pake tangan ama ngetik. Ahh, berasa mati gaya aja lah kalo ngetik. Ide-ide yang biasanya muncul kalo corat coret jadi nguap entah kemana. Mungkin karena gak terbiasa aja kali ya? Padahal kalo diliat yah, lebih simpel kalo ngetik, trus, enak dibaca pula. Beda sangat lah dengan tulisan tanganku yang bahkan kadang aku sendiri susah bacanya. 


Aku kalo nulis tangan tuh pake kiri, istilah orang kidal. Tapi kalo makan tetep pake kanan. Sebenarnya kalo mo distudi kasuskan, aku bisa jadi gak termasuk kidal-kidal amat koq. Kalo main gasing, mutarnya pake tangan kanan, kalo megang mouse, enaknya juga pake tangan kanan. Iya kan? kalo mo dibandingin ma orang kidal lain, yang segalanya harus tangan kiri. Tapi ya itu, kebiasaan nulis pake tangan kiri itu gak bisa keubah. Sempet sih, latihan nulis pake tangan kanan. Tapi bosan, males.  Nulis I malah jadi S. Tulis D, malah jadi O. Tlis V malah jadi U. Ya udah, daripada frustasi kan? Let it go, pake tangan kiri ja...


Bilangnya aja aku suka nulis. Cita-cita yang bikin penasaran banget deh tuh, bikin novel!!. Ide dah bejibun, lengkap detail. Tapi pas menghadap pulpen ma keyboard, malah loyo. Motivasi, aku kurang motivasi aja sih sebenarnya. Gitu! aku tuh orangnya, kalo belum terjepit, selama belum terhimpit, berjalan di lorong yang dinding kiri kanannya penuh api ama duri, aku enjoy aja. Entar kalo dindingnya dah tinggil seinci dari epidermis gue, n trus mendekat (kalo tuh dinding diem, santai aja juga), baru deh ambil tindakan nekat. WHHHUUuuuuusss!! tiba-tiba bisa terbang kek,  CCCCllliiiiinggg!! tiba-tiba ngilang lah....ato tiba-tiba jadi manusia baja (gak ada sound effectnya)....Apa pula hubungannya ini sama judul di atas?


Ngetik tuh pake keyboard. Asik juga mencet-mencet tombol. Tik, tak, tik..tik..keren aja. Tapi ya itu,...ya itu tadi loh...Ahhh....kalo dah sempat semenit aja, tangan lepas dari keyboard, malah malas megang lagi. Trus buka film, nonton bentar. Or kalo ada jaringan internet, buka komik. Tiba-tiba jadi pengen ngelakuin yang lain lagi. Ngetik di blog, di microsoft word, di fb, di twitter......dah lama nih nda buka twitter. Twitterq mati blum ya? Ada jangka waktunya yah? Misalnya, kalo gak diaktifin lagi selama sebulan, mati. Gitu yah? gak tau juga. Ngetik, buat tugas, ngetik, ngetik... Kenapa mengetik-disebut mengetik? Jadi nginget mesin ketik kan? Jadi gak keren deh kedengaran.





 

Popular Posts

Tags

Akun (1) blegok (6) Catatan luka (36) DerapLangkah (11) gemes (1) Giyatta (7) Giyatta!! (3) HujanDeras (9) IN-g-AT (13) Kacau (31) KAYLA (3) LucuB (5) Mimpi (8) Minat n pengen (11) Naskah (7) Pesan (5) Puisi (4) salute (5) Sejuta hidup Sehari (45) Serius dikit (11) Shadowlight (16) SuPistik (6) tapi gak bakat (4) Ups (5) Wisata (7)

Ketikkan Saja