Tampilkan postingan dengan label IN-g-AT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IN-g-AT. Tampilkan semua postingan

Aku Mau Disini Terus

Kamis, 20 November 2014

Aku mau tinggal disini saja terus, dalam kamarku. Ac sudah dingin lagi, wify lancar, ada selimut, ada banyak buku. Aku mau tinggal disini saja terus. Supaya tidak usah capek jalan kaki keluar. Tidak usah capek capek makan. Tidak usah capek capek buat orang ngerti, bicara sama orang. Gak usah dengar hal hal yang menjengkelkan. Tidak usah ketemu kamu. Malam ini aku mau di kamar saja terus, sendirian.

Aku baru saja menamatkan novel atau apalah namanya buku yang berjudul Rahvayana, karangan Sujiwo Tejo yang kata dianya mungkin lagi kerasukan Rahwana. Lucu juga, aku suka gayanya. Buku itu rekomendasi teman dari jawa timur, yang memang beliau suka sama Sujiwo Tejo. Isinya bagus ternyata, enak dibacanya, asalkan kamu ndak usah maksa-maksain paham, pasti bisa kamu tamatkan. Soalnya cara dia nulis ini rada-rada ngawur. Kerennya ini buku disertai kaset lagu segala, iya sih udah banyak yang kayak gitu. Tapi kalo saya seingatku ya baru pertama kali ini aku punya. Ada sajak sajak nya setelah cerita inti selesai. Setelah cerita inti bahkan disertakan daftar pustaka. Subhanallah.

Aku sih ya sebenarnya lumayan puyeng juga bacanya, soalnya banyak nama wayang. Morodadi, Sarpakaneka, Wibisana, Trijata dan banyak banyak laiknya, ada batara lah... resi lah.. dewi lah... hanuman... banyak kera! Aneh aneh saja kalo kalian mau paksa paksa ngerti. Makanya mata dosenku kemarin, banyak baca referensi ringan serius dulu baru baca bukunya. Ah embuh, yang penting sekarang saya lagi hampa. Asik ah,  ngebahas hampa mulu aku ini.

Besok mau kuliah regular, mengulang buat perbaikan nilai, belum nyusun skripsi. Ini lagi skripsi ahh bikin keki. Ppl juga harus nyerahin laporan, apaan! Resiko situ jadi mahasiswa, ya kerjain lah! Kerjain woy kerjain! Hallah... aku sih mau leyeh leyeh, malas-malasan ogah-ogahan. Tidak boleh begitu sih seharusnya.

Lagian kenapa dijudes-cuekin sampai segitunya siyyy?! Aku kan jadi gemes-gemes asem gimanaaaaa gitu. Atau cuma perasaanku saja ya? Ah... sadarlah boy, nggak mungkin.. iya nggak mungkin.. nggak mungkiiiiinnn.. kinnnn.kinnn.... Sudahlah nyerah saja... Tinggalkan dan Lupakan sja mimpi mimpi itu. Hanya mengganggu tidur panjang kita. Tidur yang melana hinakan. Bangun bangun sudah ada nyala api berkobar di depan mata. Hayoooo..

Sudahlah, kita sudahi saja. Bingkai bungkusan kamu saya jadi makin ambil tempat saja, jadi sulit aku dan kau saling mengerti satu sama lain. Ahh.. siapa sih aku?! Malam ini aku mau tinggal disini saja. Aku mau malas-malasan sampai..... sampai jatuh cinta itu enak.

Sekian.
Salam Selalu.

Kupenuliskah

Kamis, 30 Oktober 2014

Mungkin akan hanya aku yang terus mengenang seorang Iqbal Saja sebagai penulis.

Lahir dalam sebuah keluarga sebagai anak tertua atau pertama, catatan hidupku datar saja. Kalaupun ada beberapa dalam hidupku yang kalian tahu istimewa itu tak lain hanyalah kehebatan kedua orang tuaku dan ridha allah semata. Bahwa aku bisa pergi ke maroko dan dibeasiswa selama setahun disana, hanya sekolahku yang hebat dan menunjukku sebagai wakil. Singkatnya dari apa yang kulakukan tak ada yang begitu luar biasa, maka jarang kubangga banggakan apa yang pernah terjadi padaku. Pun jika kalian dapati ada hal hal istimewa dalam tulisan tulisanku ini, maka aku bersyukur pada Allah Swt. Karena sejujurnya, sejauh ingatanku, aku hanya mau mengaku diri sebagai penulis. Menjadi penulis yang karyanya dibaca dan menginspirasi banyak orang sudah menjadi mimpi yang menghantuiku sejak kecil.

Dari kecil, sejak tahu cara membaca, aku sudah mulai berusaha membaca banyak hal. Masih ingat aku, bagaimana ayahku membuat sebuah buku dengan tulisan tangannya sendiri agar aku mengenal huruf dan penggunaannya dalam susunan kata. Beliau tulis dalam sebuah notes sederhana, yang kerap kita lihat dipakai wartawan tempo lama. Yang ituloh, yang kalau mau membuka halaman selanjutnya, maka caranya adalah membuka kertas ke atas bukan kesamping. Maka setiap melihat notes seperti itu, selalu hinggap padaku rasa akrab yang mendalam. Setiap melihat notes seperti itu, sadarlah aku, Ayahku jauh di dalam hatiku adalah pahlawan besar. Buku itu dulunya selalu kubawa bawa kemanapun, masanya ialah sebelum masuk sd klas 1. Jadi aku sudah mengenal abjad sebelum masuk sd, lengkap dengan cara bacanya, penyambungannya. Saat itu aku belum sadar, kalau aku sedang jatuh cinta. Jatuh pada dunia baca tulis.

Waktu berselang, tahun berlalu. Banyak hal berubah, notes itu sudah tak tahu entah dimana, tertinggal di kenangan, 17 tahun lalu. Tapi cintaku pada baca tulis tak berubah, malah semakin tergila-gila. Di sd, majalah Tiko, bobo, beberapa komik dan koran koran kubaca sangat sering. Dan disana itu saja aku melampiaskan rasa, komik, majalah, koran, dan beberapa cerpen di buku pelajaran sekolah. Kadang saat sedang sendirian dan tak ada yang mau dilakukan, aku mulai membuka buku dan mengambil pulpen, menggambar sesuka hati. Anak kecil mana yang tak suka menggambar? Tapi waktu kecil aku pernah mengarang sebuah lagu. Judulnya Cinta Putih. Kala itu, aku sendiri yang punya konsep lagu begitu sehingga rasanya konyol sekali, sekarang pasti sudah banyak lagu judul begitu.

Semasa smp lah dia menjumpaiku, Sebuah Novel. Berlatar peristiwa WTC yg ditabrak pesawat, novel tipis ini, bahkan sangat tipis sebenarnya, mengisahkan sepasang kasih yang terpisah karena si lelaki wafat pada kejadian itu. Membacanya, merasakan luka sang gadis, perjuangannya dalam membuka hati yang terlanjur mati, penerimaannya pada hati yang baru. Dan aku hanyut begitu saja. Setelah menutup halaman terakhir novel itu, saya tahu saya mau buat yang seperti ini juga! saya mau buat yang beginian!

Sejak itu aku menjadi pembaca setia novel-novel apa saja yang kusuka. Tak ada genre khusus, selama bisa membawaku hanyut, aku suka. Dan ternyata menulis tak semudah membaca. Perlu tekad, kepercayaan diri yang tinggi, mental yang tangguh. Kesemuanya itu aku tak bisa miliki sepenuh waktu. Kadang aku ya, kadang aku tidak. Jika sedikit saja masalah datang, langsung aku kalah dan melemah, lalu menyerah. Sudah ada puluhan naskah. Tapi yang kumulai selalu tak bisa kulanjutkan. Seperti sebuah kutukan yang lengket tak mau lepas.

Kutukan yang agaknya juga menghujani aspek hidupku yang lain. Kuliah setengah setengah, cinta yang melemah loyokan, tugas yang dikerjakan seadanya, hidup yang serba tidak maksimal dalam usaha. Meringkuk dalam rasa malu. Meringkuk dalam rasa kalah. Meringkuk dalam rasa bersalah. Meringkuk saat marah. Meringkuk, berbaring, melemah.

Aku tidak punya rencana, cuma selembar harapan usang, beberapa doa, dan sebuah sumpah. Kegelapan mengelilingi sedikit cahaya terang. Aku berjalan dan terlelap. Aku lelah dan berbaring. Aku malu dan bersalah. Aku hina dan berdosa. Tapi aku berdoa, semoga besok jadi lebih baik.

Salam selalu

Sakit Kepala? Yhuh!!!

Minggu, 08 Desember 2013

Setidaknya setelah shalat dhuha tadi saya berdoa "Ya Allah, seenggak-enggaknya biarkan saya habiskan omelet yang sisa semalam...". Dan sekarang saya sedang berjuang mewujudkan permintaan saya itu, dan sejauh ini Tuhan masih membiarkan saya sedikit menikmati, sedikit menderita...Tapi ujung-ujungnya tetap saja tidak sanggup saya habiskan omelet sisa semalam itu. Saya tawarkan pada teman sekamar saya yang langsung mengiyakan dan segera melahapnya habis. Lalu saya terpikir "Saya betul-betul lapar".

Saya senang karena teman-teman menyisakan makanan untuk saya makan, tapi sakit gigi ini sama sekali tidak memberi banyak pilihan makanan, dan sayangnya makanan yang disisakan untuk saya itu juga tidak masuk kategori. Maka saya terpikir untuk beli mie instan saja, makanan yang tidak terlalu menuntut saya untuk mengunyah. Tidak lama setelah itu saya keluar, mengunjungi toko yang saya tahu menjual mie instan. Toko pertama buka, tapi tutup sementara... (teralinya dipasang) (mungkin penjaganya sedang pergi shalat Ashar), toko kedua tutup, nampaknya untuk seharian full. Jadilah saya terus berjalan saja menyusuri jalanan. Sebenarnya niat saya keluar kali ini bukan sekedar untuk nyari mie instan, saya tadi juga sengaja mengantongi banyak uang receh. Saya meniatkan diri untuk sedekah sedikit, berharap dengan itu sakit gigi saya bisa mereda. Tapi sepanjang jalan saya cuma nemu satu pengemis. Saya beri lalu saya jalan pulang lagi. Kembali saya menyusuri rute mie instan tadi, ah... Toko yang buka tapi tutup sementara itu sudah buka lagi, dan saya beli 2 mie instan. Lalu saya pulang ke rumah.

Di rumah saya ambil periuk dan masak air. Karena tidak ada korek untuk menyalakan kompor gas, saya ambil kertas selembar (sepertinya tadinya kertas itu penting), saya bakar kertas itu di penghangat air yang juga berlokasi di dapur. Sulit, sulit sekali... Tapi berhasil juga mempertahankan nyala kertas itu sampai akhirnya sampai di mulut kompor. Menyalalah gas, dan akhirnya bisa masak air.beneran. Masak air, seduh mie instan. Jadi ingat masa-masa sekolah dan kuliah waktu di Indonesia. Meskipun belum tamat kuliah sih...hehe. Mienya enak, tapi perut saya sedang tidak enakan, saya hampir tidak bisa menghabiskan Mie tadi. Tapi saya habiskan juga. Saya sempat melirik nasi ayam yang disisakan buat saya, "Bagaimana kalo nasinya di campur dengan mie?" Tapi saya urungkan, saya takut tidak bisa menghabiskan mienya. Setelah mie nya habis, saya bersiap shalat ashar. Saat itu teman-teman yang lainnya sedang sibuk-sibuk bersiap mau berangkat ke pengajian sore. Kegiatan kami. Tapi saya tidak menyiapkan diri, beberapa teman yang mafhum dengan keadaan sakit gigi saya tidak lagi bertanya, tapi ada satu juga yang basa-basi mengajak "Ikutan ngaji bal? Udah sembuh kann.."."Kayaknya gak ikut bro, belum bisa... Udah mendingan si.."

Setelahh ritual shalat Asharku selesai, saya ngobrol dengan teman yang juga gak ikut ngaji sore di masjid. Kita ngomongin soal-soal standar pemikiran remaja kayak kita-kita ini. Ya cinta, ya cewek, ya sudahlah... Aduh,.. Kepala saya sakit! Bye bye...

Salam Selalu...
Selamat Selalu...

Cinta Itu Kapan?

Jumat, 18 Oktober 2013

"I Love U!" Kata dia. Sejenak Firapu terdiam. "U Love me, Huh?" Respon Firapu akhirnya.
"Sure... Kalo begitu, apa warna kseukaanku?" Tanya Firapu tiba-tiba.
"Eh?" Windy tercelekit. "Permisi?"
"Ayo.. Jawab saja pertanyaanku, Windy.." Firapu tersenyum dengan pertanyaannya kali ini, dia tahu apa di pikiran Windy. Dan Windy kali ini mulai sedikit gemetaran. Senyum yang tadi dia bawa perlahan hilang, dia tahu apa di pikiran Firapu.
"Aku tidak tahu..." Jawab Windy akhirnya. Jawaban yang keluar itu tanpa dia duga-duga mengagetkan dirinya sendiri.

"Kamu tahu Aku mencintaimu Windy. Dan kurasa kamu cocok dengan itu. Kau senang dengan keberadaanku. Aku juga senang dengan itu. Aku senang mencintaimu, tapi aku bisa semaksimal ini justru karena aku HANYA temanmu. Jika kau ingin aku terus begini kurasa aku bisa, tak usah paksa dirimu mencintaiku. Sedetik tadi aku senang sekali, sungguh.... Aku bahagia untuk sedetik tadi. Tapi Please, Windy.. Jangan ulangi lagi. Lain kali belum tentu pikiranku bisa sejernih tadi, aku bisa betul-betul percaya pada kata kata itu, dan itu tak baik. Tak baik untukku, lebih-lebih lagi untukumu. Sungguh.. Windy... Jangan ulangi lagi, ketika sedetik kebahagiaan tadi pergi, aku rasanya mau mati karena rasa sakit yang hadir ketika aku tahu itu bukan yang sebenarnya terjadi.."

"Maafkan Aku, Firapu...." Kata Windy akhirnya, getaran di tubuhnya masih ada, tapi dia mulai menenangkan diri.

"Aku tidak tahu, Windy. Kenapa AKU MENCINTAIMU. Dan kenapa KAMU TIDAK MENCINTAIKU.. Let's be just friend again, ok? Forget all this..."

Entah kenapa, Windy tidak sedih, tidak juga senang. Dia tidak tahu apa yang dia rasakan. Yang pasti saat dia mengangkat muka dan menatap muka Firapu, disitu ada senyum luka yang terlalu indah...


Belum banyak yang berubah sejak kau pergi, hanya saja kamu tak lagi disini.....

Hmmmpppfffttthh

Jumat, 13 September 2013

Kadang kau tiba di satu posisi, ketika kau tahu kau tak bisa lari, tapi kau berusaha lari. Ketika kau tahu tak ada gunanya sembunyi, tapi kau berusaha sembunyi. Kadang kau temui kondisi, ketika kau  tahu mana yang benar untuk dilakukan, dan mana yang salah, kau tahu persis, tapi kau melakukan hal yang salah, dan kau benci itu. Kau tahu seharusnya kamu tak ragu, tapi kau juga tak yakin. Kamu tahu seharusnya kau melakukannya sekarang, tapi kau menundanya. Seribu alasan kau tampakkan, seribu alasana kau buat. Hanya untuk menunda yang sudah pasti harus kau lakukan.

Kenapa? Dan kau bertanya kenapa. Kenapa itu terjadi berulang-ulang kali. Kenapa ketika akhirnya kau melihat harapan untuk sembuh, tiba-tiba kau ingat 'Aku Sakit'. Apa? Apa yang menanti di masa depan? Untuk melakukan ini? Untuk apa melakukan ini? Aku dapat uang. aku dapat pujian, lalu ap??? Kenapa begitu sulit menikmati detik ini yang tak pernah bisa terulang? Dan semua pikiran-pikiran ini tersimpan jauh di dalam kepalamu. Bergelung menjadi asap tebal yang selalu siap menjahilimu sewaktu-waktu. Kupikir ini salah satu wujud musuh dalam selimut.

Kau sadar dirimu tak terlalu bagus. Kau dapati rencanamu tidak begitu bagus. Kau temui perkiraanmu jauh dari titik aman. Kau temui ketidak pastian menghantuimu dari sisi negatifnya.."Bagaimana kalau kau gagal??"... 'Bagaimana kalau orang-orang tidak suka?', 'Bagaimana kalau...bagaimana kalau... bagaimana??'... Dan kau dapati dirimu mulai takut pada kemungkinan-kemungkinan buruk yang sebenarnya kau buat sendiri itu. Lalu kau mulai mencoba meminta pendapat orang, berharap saran orang bisa memperbaikimu, berharap orang memujimu sebelum kau melakukan apapun.. Dan kau mulai membual-membual-dan membual. Dan ya, Mereka memujimu... Kamu tersenyum penuh kemenangan. Tapi disana, jauh di dalam hatimu terbaring kenyataan yang kau paling tahu... itu semua BOHONG!!

Kau mulai menemui lebih banyak orang, membual makin sering, dan mereka memujimu lagi, senyummu makin lebar, bahkan kini kau berani tertawa..... Tapi suara di hatimu itu tidak pernah berubah, juga tidak mengecil, tidak tertutup oleh tawamu... Tiba-tiba tepat di telingamu berdenging sesuatu, kata hatimu "Tapi bagaimana kalau kamu gagal? Aku gak yakin itu menarik.". Untuk sejenak semua tiba-tiba berhenti, kau mendadak membeku dalam kekagetan yang amat sangat. Kau telan ludahmu pelan-pelan.. Itu bukan suara dari dalam, bukan dari hati, bukan fikiranmu... Itu perkataan seseorang..... Tawamu mengecil, senyummu memudar. Kau merasa baru saja jatuh dari bulan.. Dan orang itu tak tahu apa yang terjadi padamu, "Hey... Bagaimana kalau kamu gagal? kayak nya itu kurang menarik deh..". Kau berpaling padanya, kau bangkit, ya kau bangkit, kau berpikir "Mungkin aku bisa membual sedikit lebih lama.."...."Yah...Itu bisa saja terjadi!", katamu dengan gagahnya, dengan kalemnya, dan kau mulai membual lagi.... Tapi jantungmu berdetak kencang, urat-uratmu menegang. Saat itu tubuhmu sedang berteriak keras-keras "AKUILAH!".

Ketika akhirnya kau kembali ke tempat tidurmu. Mata kau pejamkan, tapi matamu tidak mau. Mulut kau katupkan, tapi mulutmu tidak mau. Dan seakan bisa kau dengr degup jantungmu dengan jelas, saking kencangnya. Udara begitu bersih tapai kau bernafas seakan hampir kehilngan oksigen.. Dan kau memperhatikan nafasmu seakan takut paru-parumu berhenti memompa jika kau tak memperhatikan. Dan kau mulai berhenti memikirkan sesuatu... Kau mulai berhenti mengharapkan keajaiban,.. Kau hapus pujian-pujian itu. Malam itu kau tak tidur sama sekali. Tapi paginya..... Ketika kau sama sekali belum tidur, tiba-tiba tanganmu bicara... "It's gonna be hard, Bro.. But Lets Do this... Lets see what we can got with this.."

Seorang agung kurang lebih 1400 tahun lalu pernah memberi kapak pada seorang gelandangan dan berkata, "Ambil ini, di hutan banyak kayu, tebang.. Jadikan kayu bakar dan Jual.."....Seluruh jagad raya Bershalawat padanya Sampai hari ini....


Mimpi Tenggelam tapi Tidak

Sabtu, 07 September 2013


Semalam saya mimpi tenggelam, saya dalam kehidupan nyata memang tidak tahu berenang. Biasanya mimpi tenggelam itu menandakan saya sedang ketindihan, dan artinya saya ketakukan setengah mati dalam mimpi itu, mimpi tenggelam itu mimpi buruk bagi saya. Tapi khusus semalam itu tidak. Saya tidak ketakutan sama sekali. Karena semalam tidak seperti mimpi tenggelam lain sebelumnya yang saya ingat. Kali ini saya tidak tenggelam sendirian. Saya tenggelam bersama seorang gadis.

Jadi dalam mimpi itu saya sedang menemani dia jalan-jalan ke pantai. Dia memakai baju u-can-see warna pink, dan celana training warna hitam. Sampai di tempat ternyata itu bukan pantai seperti pantai lainnya, pantai itu tidak punya dataran pasir yang menjadi bibir pantai, alih-alih yang terlihat malah turunan miring yang tersusun dari dinding batu halus, seperti yang sering dilihat membatasi pelabuhan-pelabuhan besar. Dan ketika tiba ternyata kami dapati tempat itu lumayan ramai.

gambar tangan (soalnya mimpi)

Di ujung kanan jauh disana, ada orang sedang berorasi, (pidato, ceramah? khutbah? entah ngapain gak jelas. Pemimpinnya sama saya saling kenal, bahkan dia sempat melambai ke saya.. tak usah disebutkan disini, cuma mimpi juga koq). Di bagian kiri ini saya ndak kenal siapa-siapa. Kita berjalan ke bagian tengah itu berdua. Seingat saya, saya hanya jongkok saja melihat-lihat ke bawah.... Tiba-tiba si cewek ini malah meluncur turun! Dia meluncur turun seperti papan luncur! Ya, papan luncur. Dengan posisi menelungkup dan kepala mengarah ke bawah. Untunglah dia sudah memakai pakaian tambahan sebelum meluncur, sepertinya tadi pakaian tambahan itu dia taruh di tas. Saya panik, tapi masih melihat keadaan dulu (siapa tau dia memang siap, kan?). Ketika sampai di bawah (alias laut), ternyata dia megap-megap, baru tanpa pikir panjang saya ikut lompat.

Ketika saya sampai di laut, dia sudah betul-betul tak lagi tampak di permuakaan, sekuat tenaga saya meraih ke dalam air laut. Saya seperti sedang merogoh ke gunungan jelly, air laut seperti memadat. Saya merasakan sedikit di depan tanganku ada riak juga. Tanpa melihat apa-apa saya arahkan tanganku ke sana, dan saya temukan tangannya, kucengkram kuat-kuat. Saya rasakan dia juga mencengkram balik dengan sisa tenaganya. Sekuat tenaga kuangkat tangan itu, dan "Buahh!!!" Kepala gadis itu tiba-tiba menyeruak di permukaan. Saya benar-benar lega tapi masih panik, saya tidak tahu berenang, apa yang harus saya lakukan sekarang? Tapi di mimpi itu saya merasa ada aliran di kaki saya yang saat itu di dalam air, dia bergerak mendorong ke atas, saya tidak tahu bagaimana cara kerjanya, tapi itulah yang terjadi. Saya bisa mengapung di tengah laut. Kupertahankan kondisi meski susah payah, karena ada bobot gadis itu juga di tanganku.

Saya tidak ingat bagaiamana jelasnya, tapi tiba-tiba ada ledakan air. Dan saya terbangun... Saya melihat ke kanan saya... disitu ada botol kaca Coca-cola ukuran besar yang kosong... Tapi ada air mengalir di dinding bagian dalamnya. Air Laut...*

Nb: Sya  masih tidur ternyata saat ini. Jadi ini mimpi lapis dua. Saat betul-betul terbangun. Botol kaca coca-coal itu tidak ada. Memang tidak ada.

Hari Biasa, Lamunan

Jumat, 06 September 2013

Ini hanya hari biasa  seperti hari lainnya. Saat kita duduk bersandar di dinding dan tidak melakukan apa-apa. Hanya berusaha menggali ingatan-ingatan atau malah tidak memikirkan apa-apa. Sesekali terlintas wajah orang yang kita cintai atau kita benci, atau kenangan-kenangan ketika kita sendirian berjalan menyelusuri kota atau desa. Ini hanya hari biasa seperti hari lainnya, di siang hari ketika kita bersandar dan mendengar suara-suara. Saat aku sudah tidak tahu mau melakukan apa. Hanya saat sendiri dan tenang. Sedikit sedikit suara orang memasak, atau orang ngobrol di luar rumah terdengar. Dan ada sinar matahari hangat yang masuk, yang kadang saking seringnya hadir bisa menipu kita seakan-akan dia tidak ada.

Dan kadang ada seseorang tiba-tiba datang saat kita sendiri, mencoba bertanya dan berbasa-basi, "Tidak tahu,", jawabku... Lalu kusadari ada headset terpasang di telinga, tapi tak ada suara disini. Sekedar terbiasa memasangnya, dan terasa aneh jika dilepas.Betapa banyak yang ingin kita ceritakan, betapa banyak yang kita ingin katakan. Namun semuanya kita telan saja, dan kata itu tak pernah menemukan jalan keluar. Betapa banyak yang ingin kuketik. Mungkin tentang bisul yang tiba-tiba muncul di perut, yang semalam kutusuk dengan jarum tapi tak keluar juga nanahnya. Ini pertama kalinya saya dapat bisul di perut.

Sangat mengganggu, kadang suara manusia lain terasa sangat mengganggu, tak peduli dia sedang mengaji, bershalawat atau bernyanyi, berdoa sembahyang atau berbisik, suara manusia kadang bisa sangat mengganggu. Apakah kau merasakannya juga seperti saya? Setiap waktu? Sering terlintas di kepalaku betapa aku rindu pada diriku yang dulu. Yang membuka mata dan telinga selebar-lebarnya, yang sanggup menonton film seseram atau secengeng apapun, yang sanggup mendengar suara siapapun, yang bisa melihat ekspresi apapun. Dan kadang sekedar ingat itu saja kita tersenyum. Disana sendi kehidupan hilang hadir tak kau sadari. Dan aku disini takut menatap masa depanku.

Ini hanya hari biasa, saat tangan kau sandarkan di jendela. Tak ada lagi yang bisa dikerjakan, tak ada lagi yang mau kau lakukan, kau hanya menikmati kekosongan ini. Menikmati angin, menikmatai cahaya hangat matahari, meneliti aliran udara, mengamati nafas yang naik pelan teratur di dada. Kujumpai titk itu lagi.


Tentang awal Mula

Kamis, 14 Februari 2013

Today is the day...

hari inilah hari itu. Hari kau kembali berusaha mulai belajar. Mencoba memmbangkitkan mimpi yang seringkali terlintas dalam lamunan ku.

Dalam lamunan dan angan-angan kadang terlintas wajah gadis-gadis cantik. Atau keinginan keinginan yang sepintas lalu menyedot perhatianku. Kadang dalam lamunan terlintas nama seorang perempuan. Atau keinginan-kenginan yang sudah sejak lama menghantui.

Aku ingat waktu masih bocah. Begitu liar dan merdeka. Aku tinggal di dunia yang hanya aku yang bisa mengaturnya. Dsni, di dunia ini, aku mengatur siapa saja yang boleh atau tidak boleh masuk. Tapi untuk lebih banyak hal aku adalah orang yang percaya. Aku percaya pada Upik dan Kahar, atau pada Gery dan Luis. Aku percaya teman-temanku yang baik dan menyenangkan. Aku mau melakukan apa saja asal mereka senang.

Seiring waktu berlalu, dunia tak terlihat sama lagi. Klasik memang, tapi kurasa semua orang meski disimpulkan dengan cara yang sama, jalan menuju kesimpulan itu pasti berbeda. Itulah yang menarik untuk diceritakan. Ya, untuk itulah cerita ada. bukan sekedar penmgantar tidur bagi anak kecil. Untuk berbagi pada dunia.

Seperti yang kubilang tadi , belakangan dunia banyak berubah. Tak terkecuali duniaku. Aku tak lagi memegang kendali penuh pada dunia yang kubangun. Bahkan aku tak lagi memegang kendali penuh pada apa yang kulakukan, pada diriku sendiri. Banyak orang mulai memaksa masuk ke duniaku  meski aku tak mengijinkan. Atau aaku yang diapaksa masuk ke dunianya meski aku tak berkehendak. Aku mulai merasa jadi boneka.

Boneka bagi, teman-temanku, adik-adikku, orang tuaku, pamanku, bibiku, masyarakat, tetangga..dll. bahakan boneka bagi diriku sendiri.
.......kurasa aku sudah bicara terlalu banyak.

Jadi mungkin sampai disni dulu

Tentang MAti

Selasa, 12 Februari 2013

1-12-3-40.000 jiwa sudah mati.
Hanya menanti kubur tuk melahap baunya.
Menutup busukxa tubuh yang mengalir dalam darah.

1-12-3-40,000 jiwa sudah mati.
Tak ada lagi selain berjalan menyesakkan bumi.
Sisa menunggu kubur menghentikan langkah nya yang sia-sia.
Jiwa-jiwa itu sudah lama mati.
Tak lagi di sebut, tak lagi dikenal.

30-5-89 juta jiwa di bumi.
Menanti kematiannya menyatakan status yang paling pasti...
Karena mereka, 30-5-89 juta jiwa itu tak lagi tahu untuk apa hidup.
Tak lagi mengerti dengan manusia lainnya.
Orang-orang ini mati muda.
Muda, bahkan jauh sebelum alam semesta tercipta.

Apa kah darah yang mengalir itu yang menyatakan hidup?
jika hanya sekedar jantung yang memompanya.
Ataukah jantung yang berdetak itu dinyatakan hidup?
jika hanya sekadar otot tak sadar yang menegang.
Atau paru-paru yang memompa itu dinyatakan hidup...?
jika hanya sekedar otot tak sadar yang menegang.

Apa arti darah itu jika tak ad lagi kata.
Apa arti detak jantung itu jika tak ad lagi gerak.
Apa arti paru-paru itu jika tak ad lagi jiwa?

Ledakan Kenangan

Sabtu, 06 Oktober 2012

Begitu banyak yang mau saya tulis, sampai rasanya bingung mau tulis yang mana. Dan untuk beberapa saat, terpikirkan untuk sekalian tidak menulis saja. Tapi tidak. Mumpung sekarang ada laptop dan koneksi internet  yang memadai. 1 postingan harus terlontar keluar dari jagad diri.

Mari kita daftar beberapa hal luar biasa. Saya bernafas? hmmm, cukup luar biasa. Jantung saya berdetak? hmm, mengagumkan....

oke, bagaimana dengan daftar beberapa hal yang biasa. Jatuh dari motor? oke, biasa. Dimarahin lagi ma Irna? Oke! kita mulai dari situ.

Kalian tahu Irnawanti Abnurah? Oke, kuharap kalian tahu. Karena saya sudah lumayan sering menjelaskan tentang siapa irnawanti Abnurah ini. Dia manusia, jenis kelamin perempuan, tanggal lahir 26 juni 1993. Itu sifat lumrah. Bisa terjadi pada siapa saja,dan tak terlalu berpengaruh. Itu yang kongkrit tentang dia. Baik, lalu yang abstrak? dia tuh cantik,imut, baek(tapi khusus sama sya gak selalu), tegas (banget), n kadang kadang menjengkelkan. Untuk menjengkelkan itu, saya punya daftar nya! DAN yang menempati daftar peringkat pertama masih hangat. Alias baru-baru saja terjadi.

Setelah sms-sms sya yang bertubi-tubi, dan tak ada satupun yang dibalas, setelah komen-koment saya di wall Facebook dia dan tak ada satupun yang di respon, setelah semua telpon tak terangkat, (atau yang diangkat tapi langsung diputusin pas tau saya yang nelpon), akhir nya ada respon! saya DIMARAHI.! waw.

Terimakasih. Kenapa gak sekalian dari dulu aja sih? Iya sih,  sms sya yang terkhir itu lumayan nyebelin. Dan sms itu adalah respon dari sikapnya yang langsung memutus telepon setelah saya bilang wa'alaikum salam. Siapa saja yang baca bisa saja salting. hmmmm, kalo gak salah kayak ini;

"Hei, khumairah...
stidaknya bukuku dibalikin dulu, dong.
Sebelum kita betul-betul putus hubungan...
untuk....entah sampai kapan"

iya, cuma sya saja di dunia yang memanggil Irna dengan nickname Khumairah. Saat itu, kupikir kata-kata ini wajar-wajar saja. Iya nggak? Nggak ya? Terserahlah.. Kata sudah terlontar. Balasan sudah diterima. Btw, cara saya dapat respon juga keren lho.... Sya telpon lagi stelah sya sms itu, dan dia bilang, tanpa ada salam dan basa basi, (mana ada?);

"Ehhh...kalo mauki ambil bukuta, datang meki ke kampusku ambilki. Ndak bakal kukasi lari ji itu bukumu. Ndak enak sekali smsta kubaca..tututututututuutuuuuuuttt".

Stelah jeda berpikir sejenak, dan coba merasa-rasa, maka saya meledak.......

Karena tahu telpku gak bakal diangkat lagi, saya sms;

"jadi semua smsq dibaca?
dan tak ad satupun yang cukup penting untuk dibalas?
bahkan saat sya memohon?
Dan semua koment sya?
Terbengkalai tanpa respon?
Kau merendahkan saya!
Kau merendahkan orang yang kau panggil adikmu!

terma kasih, khumairah,
4 tahun in saya belajar banyak.
sekarang, 1 lagi orang yang menyayangimu akan pergi karena salahmu.
ya. salahmu.

Aq memang mencintaimu,
tapi tak selayaknya cintaq diperlakukan seperti ini.
Selamat tinggal dan tak usah cari saya lagi.

Seperti biasa, saya mungkin tetap disini,
tapi tak ada jalan bagimu untuk kembali.

Kalaupun saya salah, saya harap pembelaan kakak cukup untuk merubah pemikiran saya. Sy menunggu, 1 x 24 jam....

i'm out"

Kepanjangan ya? Hehehe, bodo ahh... Kata sudah tercipta, bahkan sudah mengudara.
sisa 2 jam, khumairah...
Sisa dua jam.
4 tahun itu mungkin berakhir 2 jam lagi.

Sekelumit Virus

Kamis, 06 September 2012


KOMPUTER SEJUTA VIRUS. Itulah kurang lebih yang teman-teman katain mengenai barang yang aku pake ngetik ini. Dan untuk kalian ketahui kawan-kwan, mereka semua itu salah! Pokoknya ketiga kata-kata itu semua keliru. Oke, munhgkin menurut mereka itu dah benar. Tapi menurut gw itu salah besar. Pertama, kata KOMPUTER, itu jelas banget salah, karena barang ini adalah mahluk yang bernama LAPTOP. Udah keliatan kali, merekanya aja otaknya pada butek, tercemar oleh asap kebegoan n kabut ketololan yang tebal. Kata kedua dan ketiga, SEJUTA VIRUS, bukan sejuta kali, miliaran! Folder-folder di laptop ini gue boleh bilang ada jutaan lah, entah yang pernah gue singgahi ama yang enggak pernah gue tahu ada, tapi mereka ada, n gue yakin, setiap folder ini punya file format bat yang gak pernah gue bikin. Alias ada sendiri cing! Virus? Belum tentu, mungkin lebih parah. Dan, itu baru yang berformat bat, jangan lupakan yang berformat exe, atau yang lain, atau yang gak terlihat. SEJUTA jelas salah kan? Dan…..virus? oke. Orang-orang boleh anggap mereka virus. Gue enggak, gue nyebut mereka, para tamu kehormatan yang tak diundang. Hahaha.

Nahh… selanjutnya. Tentu kalian tahu yang namanya anti virus. Atau setidaknya pernah denger lah. Nah.. tentu kalian tahu apa gunanya anti virus itu. Masalahnya, yang terpasang di laptop gw Cuma smadav doang. Itupun karena waktu itu mau buka file-file yang di sembunyikan oleh virus. Stelah itu, gw praktis gak punya kepentingan lagi sama Pak Smadav. Hanya belas kasihan (atau kemalasan) sayalah yang membuat ikon Smadav tetep nongol di laptop ini. Ohya, beberapa kali gw sempat coba-coba matiin paksa nih smadav. Habisnya nyebelin banget sih. SOhib-sohib yang make smadav inget gak (gw ngetik ini dengan kesadaran, sohib-sohib yang gw maksud ini pasti sedikit banget, habisnya, smadav ini jadul banget, Cuma orang se bego gue yang masih make), smadav tuh selalu nongol di layar pertama waktu laptop di buka. Makan waktu. Nyebelin. Terakhir kali adek gue ngutak ngatik nih laptop, sampe hari ni, kebiasaan smadav yang itu dah gak pernah kumat lagi, gak taui juga dia apain tuh smadav.

Guys… Ngomongin laptop dan kerusakannya, gue punya kesadaran pribadi, kalo sebenernya gue bisa bikin nih laptop jadi tahan banting (bukan dijatuhin dari lantai 3 fakultas tarbiyah, trus digilas ma motor satria putih, apalagi digilas ama motor Suzuki smash titan, idihh amit-amit, sekali lagi bukan ), maksudnya tahan virus n antek-anteknya. Seandainya gue mau usaha dikit, nih laptop bisa gue bikin keren, gaya, berkecepatan maksimal dan segala-galanya yang baik-baik tentang laptop. Tapi enggak. Itulah gue, manusia tanpa inspirasi, ambisi, atau semangat berlebih, meski saya juga punya adiksi. (Bagi yang gak tau apa itu inspirasi, ambisi atau adiksi, bersyukurlah…. Kebodohan kadang adalah berkah). Laptop dan kerusakannya. Bagus juga dijadiin judul skripsi ya? Tapi saya anak fakultas tarbiyah n keguruan, gak bakal bikin yang ginian. Walhasil, sepeti inilah laptop saya. Terlihat (sangat) tua, dan (sangat-sangat) lamban, dan (sangat-banget) kebanyakan virus. Sampai mungkin virus-virus di laptop ini dah baku-bunuh n bikin kubu perang masing masing. Mungkin karena sengketa lahan data, atau kurangnya pendapatan perhari, atau adanya oknum-oknum tak bertanggung jawab. Atau sebagian virus emang dah ketuaan, sehingga dianggap pantas mati oleh virus muda. Entahlah, belakangan Negara ini memang makin kacau. (dan tulisan ini juga mulai  ngawur). Tancap mangg!!

Apakah virus beranak pinak? Kalau iya, apakah mereka lalu punya komunitas, keluarga misalnya? Kalau iya, apakah mereka ber- Kb? Gw yakin, menteri bkkbn sekalipun belum tentu sudah meng-audit ini. Lalu tugas siapakah meng-audit semua ini? Entahlah, orang gila sekalipun mungkin akan berpikir sejenak, jika anda bertanya pada mereka. (lalu tiba-tiba di pikiran mereka terbetik sesuatu “Ahh! Saya ternyata waras, saya tidak gila, orang yang bertanya ini yang gila”).

Teman-teman. Untuk menghindari kerusakan otak permanen. Seharusnya pembicaraan tentang virus ini gak boleh panjang-panjang (teman-teman bisa lihat sendiri kerusakan yang terjadi). Tapi asyik aja. Gw pernah baca di bukunya Agatha Christhie, katanya, memulai nulis tuh sulit, tapi mengakhirinya akan tersa lebih sulit. Gue gak tahu gimana mukanya Agatha christhie, atau siapa keponakannnya or sepupunya, apalagi saudara sepersusuannya, tapi gw yakin untuk kata-kata di atas, Agatha Christie kali aja benar. Nah… Untuk apa sih virus dirilis pada awal mulanya? Koq makhluk pengganggu ini bisa-bisanya dibuat? Pertanyaan ini seperti pertanyaan ular: Kenapa elang itu dicipta? Atau pertanyaan Kodok: Kenapa ular dicipta? Atau pertanyaan lalat air: Kenapa kodok dicipta? Atau pertnyaan makanan basi (ehh.. makanan basi bisa bertnya gak) : kenapa lalat dicipta?. Ya… kita-kita ini semata-mata nanya karena merasa dirugikan. Jadi perlukah pertanyaan ini dijawab? Yahh… itu sih terserah kamunya nanya ke siapa. (coba kamu nanya ke orang gila yang tadi, kalo boleh usul sihhh..). Yang jelas, seingat gw virus ini pertama kali dibuat oleh 2 mahasiswa iseng di luar negeri sana. Kalo gak salah di eropa. Gak tau juga di kabupaten apalagi kelurahan mana. Untuk saya tekankan! Ini ingatan saya, ingatan gw! Bukan ingatan budi, apalagi ani. Karena budi dan ani lagi pergi ke pasar.

Krziiiiiiiitrtttsssss@!!!!!......

Wahhh? Apa itu? Ahhh! Itu bunyi kabel korslet. Tapi bukan dari laptop or hape gue, juga bukan dari remote control tv gue.

Krrrzziiiiiiittttrrzzzzzz!!!!!......

Oh. Oh. Ternyata otak kalian yang korslet. Oke deh… Saya gak mau dituntut ma kemenkumhan karena merusak otak warga Indonesia lama-lama, apalagi saya masih ngambek karena gak keterima jadi pegawai di sana. Jadi gw tutup disini aja ya?

Krrzzziiiiitttssszzzzz!!!!.......

Bye!!!
Salam selalu..
Selalu.

Curhatun Abdun

Rabu, 05 September 2012


Okelah Tuhan. Okelah Tuhan, bahwa aku ini belum tahu apa yang sebenarnya yang paling kuinginkan, sesuatu yang tak perlu kata bosan dan malas disana, yang memang tak terdapat disana. Bahwa aku ini terlalu cepat bosan melakukan apapun. Terlalu cepat bosan pada banyak hal, segala hal, termasuk diriku sendiri. Kenyataan nya aku tahu banyak sekali kata-kata bijak tanpa pernah mengamalkan satu darinya secara berkesinambungan. Aku tak bisa berkomitmen, okelah, aku terima itu sebagai kenyataan. Kenyataan yang ingin kuubah tentunya. Aku sadar bahwa kekuatan kata-kata itu dahsyat, kekuatan keinginan itu luar biasa. Tpi kau, kekuatanmu jauh di atas segalanya. Kuasa-Mu yang mengatur alam semestsa. Kehendak-Mu yang membuat alam ini ada. Kekuatan-Mu yang membuat aku nyata, meski fana.

Aku tahu bahwa mengeluh itu tak baik. Tapi aku hanya akan mengeluh di depanmu Tuhan. Tak apa-apakah itu Tuhan? Toh, didepan-Mu aku memang tak ada apa-apanya. Tak ada hal yang terlaru keren buatku sehingga aku bisa mengerjakannya seharian, sebulan, setahun. Entahlah Tuhan, semakin aku berkaluh kesah seperti ini, semakin aku sadar betapa banyak hal yang sebenarnya aku sia-siakan. Aku sadar punya sejuta potensi yang orang lain sangat-sangat menginginkannya untuk ada pada dirinya, tapi tidaK.

 Tuhan, kau telah memilihku untuk memilki semua kehendak gila, semua kemampuan ini, semua cara pandang tak normal ini. Dan dengan sungguh tunduk dalam kepasrahan, juga dalam kepongahan, atau kebosanan, aku memohon, aku kadang bertanya “Apa yang harus kulakukan?”. Dengan otak seperti ini begitu banyak yang seharusnya sudah kuhapal di luar kepala. Betapa banyak kosakata yang seharusnya sudah kupelajari. Begtiu banyak pelajaran yang seharusnya sudah kukuasai. Begitu banyak tugas yang seharusnya telah kuselesaikan. Namun, lalu aku terhempaskan pada sebuah pertanyaan mendasar yang begitu mengerikan “Untuk apa kulakukan semuanya?”.

Kekosongan dalam hati ini minta terus diisi yaaaaa Tuhan. Terlalu jauhkah aku tersesat?. Aku mengahambakan diri padamu, hanya dalam sebuah tidur panjang yang bersambung dengan tidur lagi. Karyakan aku!

Mengejar Karya Ilmiah

Kamis, 07 Juni 2012

Waktu telah menunjukkan jam 5 sorean lewat. Dan saya masih belum puas dengan yang saya dapatkan sejauh ini di internet. Oke, koneksi di warkop ini memang bagus (dan es tehnya enak, tapi kemanisan), tapi tak secepat yang saya mau.

Saya bertandang ke warkop ini, bersama laptop ku yang usang tapi masih kuat ini, untuk mencari bahan demi manyusun karya ilmiah yang terasa kian hari, kian menjengkelkan. Ditambah badan yang terasa lengket karena berkeringat dan berdebu (berlumut pula), juga karena belum mandi sore (dan belum sikat gigi dari tadi pagi), maka kepenatan saya lengkaplah sudah. Muak, semuat muatnya.

Karya ilmiah yang ingin saya susun ini adalah dalam rangka memenuhi tugas yang diwajibkan kepada seluruh anak Pendidikan Bahasa Arab, untuk mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar, dalam rangka memenuhi nilai Mid Semester yang Ditiadakan. Dosen Ilmu Alamiah Dasar kami jadi kian dibenci (sangat), karena tugas ini. Segembira apapun kami di kelas, ketika tugas ini disebut oleh salah seorang, tiba-tiba hilanglah semua senyum dan tawa, digantikan mendung kelabu dan umpatan tertahan, dari jurang hati paling dalam kami (sungguh lebay, tapi benar). Sekatika itu pula kami lunglai. Namun tugas ini tak juga selesai.

Dengan inisiatif tersendiri dan semangat secukupnya, saya memutuskan untuk bergerilya, mengerjakan tugas ini diam-diam (sangat diam), toh ini adalah tugas individu. Sungguh-sungguh merepotkan perasaan dongkol ini. Tidur tak nyenyak, makan tak enak, nonton upin-ipin pun tak khusuk. Sudah seperti oarang diputuskan sama pacarnya, padahal lamaran pernikahan telah diajukan. Galau tak terkira-kira.

Saya memilih tema seputar "Game" untuk karya ilmiah ini. Kebetulan saya adalah penggila game. Saya ingin tahu, bagaimana pendapat mahasiswa pada umumnya perihal game ini. Dan lagi, Mereka pulalah yang saya ingin teliti. Cukup dengan angket yang saya sebar di 3 grup populer di Fb, dan 1 grup tidak populer (sungguh sedih, itu grupku). Saya berharap hasil yang saya dapatkan cukup. Betul-betul berharap.

Nah. Di warkop ini, saya sudah download beberapa artikel mengenai game. Saya terpikirkan, apa itu sebenarnya defenisi game dalam bahasa indonesia? Saya tak menemukan nya di kamus besar bahasa indonesia, karena ini kata inggris. Mungkin saya harus mencoba kata permainan, arti harfiah paling mendekati dari game. Entahlah.

Dan juga, saya dengan getolnya mencari panduan penulisan karya ilmiah. Saya sangat bego karena tidak menyimpan apapun dari materi KIR (Karya Ilmiah Remaja), sewaktu saya mengikuti pelatihannya di Makassar 4 tahun lalu. Yang saya masih simpan sampai sekarang malah salah satu nama dari peserta cewek di pelatihan itu yang bikin saya galau setiap hari. Oke. Itu bisa dibahas dan pernah dibahas di lain waktu. Jangan dan Bukan disini.

Beberapa paragraf uneg-uneg tak jelas ini sudah saatnya saya tutup. Bukan hanya karena saya mulai kehabisan bahan, tapi juga karena adzan maghrib tak lama lagi akan berkumandang. Dan itu tidak baik didengar jika kita masih melakukan aktifitas di luar rumah. Tenang, itu bukan fatwa dari ulama manapun, bukan pula dari Mario Teguh, itu hanya kebijakan falsafah pribadi saya.

Sekian.

 

Popular Posts

Tags

Akun (1) blegok (6) Catatan luka (36) DerapLangkah (11) gemes (1) Giyatta (7) Giyatta!! (3) HujanDeras (9) IN-g-AT (13) Kacau (31) KAYLA (3) LucuB (5) Mimpi (8) Minat n pengen (11) Naskah (7) Pesan (5) Puisi (4) salute (5) Sejuta hidup Sehari (45) Serius dikit (11) Shadowlight (16) SuPistik (6) tapi gak bakat (4) Ups (5) Wisata (7)

Ketikkan Saja