Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Tentang Defenisi

Senin, 18 Februari 2013

Yang kucoba perjelas hanya luka.
Tapi aku takkan pernah berhenti mencoba.
gagal dan aku kan bangkit lagi.
kau boleh saja tak peduli, menyerah untuk mengerti.
Tapi aku tak sudi berhenti.
Meski kadang merintih kadang menjerit, tapi kaki ini kutanam bukan untuk jatuh.
Mungkin kadang aku terbungkuk, hampir bertekuk lutut.
Pada perih yang tergores sendiri.
Tapi kucoba pahami, hidup ini perjuanganku, hidup ini pertarunganku.

Yang kucoba perjelas hanya dusta.
Tapi aku takkan berhenti bertanya.
Mungkin tak lewat suara, tanpa kata.
Tapi sumpah, kau akan kubuat mengerti.
Dustaku yang paling sejati.
Karena aku. Pun AKU.
Aku pun tak lagi mampu memilah yang mana hitam dan putih.
Atau antara hijau dan biru.
Atau merah.

Yang kucoba perjelas hanya hampa.
Tapi aku takkan berhenti.

Tentang Rasa

Rabu, 13 Februari 2013

Semakin lama, kebencian ini semakin tak terjelaskan.
Dari mana dia datang?
Semakin lama, aku hanya semakin bingung dengan semua yang kurasakan.
Apa yang membuat ini begitu rumit.
Tentu bukan karena aku kurang bahan pikiran.

Yang kudapati kian hari aku makin bingung. Seperti akar dan ranting. Di atas dan dibawah mereka tumbuh bersamaan tanpa bisa ku kendalikan.
Perasaan menjelma lepas tak terkontrol.
Dan aku bertanya mengapa?
Setelah semua buku yang kubaca.
Mengapa?
Setelah semua hari yang kulewati.
Mengapa?
Setelah semua tempat yang kujelajahi.
Mengapa?

Mungkin karena dimanapun aku berada yang kubawa jiwa yang sama.
Mungkin karena apapun yang kulakukan yang kugunakan adalah tangan yang sama.
Mungkin karena apapun yang kubaca yang kugunakan mata yang sama.

Aku paham angka dan huruf.
Namun ap artinya jika senyum yang kuukir tak bisa kumaknai?
Aku tahu kata dan nada.
Namun untuk apa jika suara yang keluar tak bisa kupahami.
Aku dengar dan rasa.
Namun apa gunanya jika aku tak tahu ap yg harus kulakukan.

Aku bukan tembok, maka tak bisa kupantulkan semuanya begitu saja.
Aku bukan bantalan gabus maka tak bisa pula semuanya kuredam.
Aku....
Aku,

Aku benci terus merasa seperti anak kecil yang tak mengerti apa-apa.
Trus menyadari bahwa aku hanya bocah awam tak mengerti dan tak terdengar.

Sekali waktu,..
Sekali waktu aku ingin mengenal diriku lebih jauh.

Tentang MAti

Selasa, 12 Februari 2013

1-12-3-40.000 jiwa sudah mati.
Hanya menanti kubur tuk melahap baunya.
Menutup busukxa tubuh yang mengalir dalam darah.

1-12-3-40,000 jiwa sudah mati.
Tak ada lagi selain berjalan menyesakkan bumi.
Sisa menunggu kubur menghentikan langkah nya yang sia-sia.
Jiwa-jiwa itu sudah lama mati.
Tak lagi di sebut, tak lagi dikenal.

30-5-89 juta jiwa di bumi.
Menanti kematiannya menyatakan status yang paling pasti...
Karena mereka, 30-5-89 juta jiwa itu tak lagi tahu untuk apa hidup.
Tak lagi mengerti dengan manusia lainnya.
Orang-orang ini mati muda.
Muda, bahkan jauh sebelum alam semesta tercipta.

Apa kah darah yang mengalir itu yang menyatakan hidup?
jika hanya sekedar jantung yang memompanya.
Ataukah jantung yang berdetak itu dinyatakan hidup?
jika hanya sekadar otot tak sadar yang menegang.
Atau paru-paru yang memompa itu dinyatakan hidup...?
jika hanya sekedar otot tak sadar yang menegang.

Apa arti darah itu jika tak ad lagi kata.
Apa arti detak jantung itu jika tak ad lagi gerak.
Apa arti paru-paru itu jika tak ad lagi jiwa?

BAtu

Rabu, 05 September 2012


Aku mengembara dalam malam, bukan untuk menjumpai cerita yang kau coba ubah untukku. Aku mencoba menemuimu!

Dalam hening, dalam sepi, dan dalam sunyi…
Kesenyapan akan merayapi malam, aku sendiri yang mengundang gagak hitam itu.

Tidak!! Kau tak punya hak untuk meminta ku menjadi pelayanmu, aku adalah pelayan-nya.
Kau tak mencintaiku.
Kau tak seperti malam berkabut itu. Kau hanya bayangan setan putih.

MEski sadar penuh seluruh, dan kucoba bangkit..
Namun tak ada satupun jalan tanpa jejakmu.
Tak ada satupun tempat tanpa helaan nafasmu..

Ya!! Aku terlalu mencintaimu, wahai setan putih. Wahai burung hantu tak bertuan.
Kau mengejarku dalam mimpi terburukku.
Kau menajdi corak kelabu di setiap mimpi indahku.
Kenapa kau selalu ada untukku!?

Aku ini kecoak kecil yang menakutkan. Yang terbiasa dalam kegelapan sendirian.
Kau burung hantu. Kenapa kau tak memakanku.
Kenapa kau keluarkan aku dari liang ini?
Kenapa kau tunjukkan padaku dunia manusia?

AKu tak ingin mengubah setiap tarikan nafasku..
Namun disini ada namamu!
Kenapa harus namamu??

Disini, penyesalan ku tumpah bukan untuk ditangisi!

Ingatkah batu yang kau katakan malam itu bertengger di tenggorokanmu?
Kau tahu? Mungkin itu satu-satunya alasan aku mencintaimu….
Irnawanti Abnurah…..
 

Popular Posts

Tags

Akun (1) blegok (6) Catatan luka (36) DerapLangkah (11) gemes (1) Giyatta (7) Giyatta!! (3) HujanDeras (9) IN-g-AT (13) Kacau (31) KAYLA (3) LucuB (5) Mimpi (8) Minat n pengen (11) Naskah (7) Pesan (5) Puisi (4) salute (5) Sejuta hidup Sehari (45) Serius dikit (11) Shadowlight (16) SuPistik (6) tapi gak bakat (4) Ups (5) Wisata (7)

Ketikkan Saja