Malam-malam Sakit

Selasa, 18 November 2014

Malam selalu membisikkan padaku kata-kata tentang cinta. Kata-kata tentang sakit. Tentang betapa begadang itu nikmat, tidur itu menyusahkan. Aku selalu gelisah. Di malam hari, di peraduan tempat seharusnya aku mengantuk dan tertidur, aku malah cengengesan. Curhat seperti anak kecil, bicara tentang suramnya kehidupan.

Malam selalu mengajakku berkelana, bukan untuk terlelap. Kecuali di malam yang dulu-dulu. Yang waktu itu cinta belum kukenal. Yang waktu itu aku masih punya keinginan kuat untuk terbang, untuk berlari jauh. Helaan nafasku. Malam mengajakku menonton film-film lama. Mendengar lagu-lagu enak. Mengingat-ngingat mimpi. Izinkan aku menjadi sendiri, menjadi tak punya siapa-siapa lagi. Karena cinta hanya melukai. Dalam tawa, dalam tangis, dalam sakit, dalam nikmat. Bahkan di ceritamu, sayang.

Episode baru hidupku bernama lepaskan dengan paksa. Tak jadi bagian dari apa-apa. Meski sebenarnya, aku haus cinta, haus perhatian semua manusia. Keegoisan ini sudah mengambil tempat terlalu banyak. Sampai memaksa-maksa tangan untuk menulis rekayasa kata yang muram durja. Bukankah kau tak tahu sayang? Aku begitu pintar berdialog sendirian. Ah, rasanya ini bukan lagi rahasia. Mereka semua tahu aku gila, hanya saja aku gila tanpa ngajak-ngajak. Jadi tak apa-apa, gilaku kutempatkan dimana-mana tapi tidak merusak siapa-siapa. Gilaku begini saja.

Hai manis, bukan karena kau aku gila. Aku begini sudah lama, ini kurang lebih pilihanku juga, bukan paksaan siapa-siapa. Kau jarang begadang, tahukah kau rasanya digigit nyamuk tengah malam? Tahukah kau rasanya ingint tidur, tapi pikiran ini tak mau? Namanya kesadaran, yang menghalangi kantukku bertemu tidur. Semuanya kuusahakan, menutup mata percuma.

Aih, malam... Sebuah kesimpulan yang tidak mengikat apa-apa, meski erat tak dinyana. Tapi seperti tirai hujan yang serasi bersama malam, seperti bunyi suling halus di kejauhan, tak teraup semuanya, tak tergapai seluruhnya. Aku tak mau membagi, tapi tetap saja aku merasa kurang. Hai manis,.. Semoga kau berbahagia.

Salam Selalu.

SMS (sungguh mati sayang)

ce: Is it okay if I love U, kak?
co: ofcors its okay! I hope god says its okay too.. cause I love U too, dek.
ce: well.. haha.. becanda ji saya kak..
co: oh ya? well..truth has been told.. kalo saya serius, dek. Ku sayang ki.
ce:....
co: napa dek?
ce: marah ki pasti, kak.
co: ya iyalah marah... ka kusayang betul ki tapi takut ka bilangki.. malah kau main maini ka.. tapi nda papa ji.
ce: serius nda papa ji? minta maaf ka kak.. masih mau ja temanan sama kk tapi nda mau ka pacaran sama kk. nda bgtu perasaanku sma kk.
co: ya iyalah nda papa.. lagian saya jg gk ngajak pacaran koq.
ce: maksudnya kak?
co: sy maunya nikah.. tapi ya entar.
ce: ahh... serius ki kak? seram..
co: hehh? koq seram.. sorry dek.. haha.. iya serius ka, seenggaknya sekrang.
ce:....
co: yo.. napa lagi?
ce: ndak kutau apa mau kubilang :,(
co: hee? koq nangis... udah udah... gak usah ngomongin in lagi.. maap maap..
ce: terharu ka, kak... tambah besar rasa bersalah ku ini kalo memang benar apa kk bilang.
co: etdah... udah udah udah... becanda ja pale juga.... brhenti miki nangis itu e...
ce: BERCANDA KI PALE KAK?
co: enggak siy.
ce: iiihhh.. kk ahhh! sebel tauk! jadi tambah nangis nih... kenapa begitu kk!
co: ka nangis ki dek.. ndak kusuka sekali kalau ada cewek nangis.. apalagi kau ceweknya.
ce: pale, berhenti ma nangis..  jangan begitu lagi kk! aku gak suka.. well.. kyknya gak ada cewek yang suka.
co: iya iya.. maap maap.. jadi? jam berapa mi disitu.. belum mau istirahat dek.
ce: iya malam mhy.. istirahat ka dulu pale, kak..
co: iya.. selamat tidur.
>>>>>

di kamar masing-masing.

ce. "kusayang ki kak"... lalu tidur pulas sampai pagi dengan senyum.

co. "darn it! damn it! f*ck it!".. gak tidur sampe pagi.

sekian.
salam selalu.

Apakah Masa Depanku Pantas Untukmu?

Senin, 03 November 2014

tak banyak yang mau kukatakan pada kertas kosong ini. Gelegak hampa ini tak terdefenisikan. Aku tak tahu kenapa, hanya merasa kosong. Mungkin karena banyak pikiran. Mikirin Rpp, mikirin skripsi, nasi yang hampir basi, nasi yang kebanyakan, lauk ayam goreng sisa sedikit, lauk ikan kuah kuning masih banyak, kacang rebus hampir membusuk, motor belum dicuci, lantai belum disapu. Stress.

Teman teman tahu mana yang harus kubereskan lebih dulu? Apa yang harus kulakukan? Tahukah kalian kalau aku pernah mempertimbangkan lari dari rumah? Apakah kalian merutukiku pengecut jika aku melakukannya? Bukankah lari dari rumah butuh keberanian besar? Aku sebenarnya tahu waktuku sudah sejak lama habis, terlalu banyak hutangku pada masa lalu, terlalu banyak. Sehingga aku takut melihat kedepan.

Aku yakin kalianpun pernah merasakan penyesalan seperti ini. Mengapa dulu tak belajar, mengapa tak mengerjakan tugas, mengapa begadang terlalu larut, mengapa tadi pagi tak mencuci motor, mengapa aku menunda nunda? Aku yakin kalian tahu rasanya jika pernah mengalami. Tapi yang beda adalah apa yang dilakukan berikutnya. Bukan begitu? Karena sejarah yang terhenti tidak ada, waktu bergulir terus.

Tik tok. Waktu mengetuk mengetuk ingatanmu untuk berhenti menyia nyiakan. Tapi aku memilih membiarkan dan menunda. Dan inilah yang kutuai.Sebuah kegamangan absolut. Aku tak bisa memastikan masa depan, ya semua orang juga begitu. Maksudku aku merasa masa depanku runyam. Masa depan seperti itu tak pantas diisi kehadiran seorang wanita hebat seperti kau... Makanya aku malu. Terima kasih, kehadiran kau membuat aku berani membuka mata melihat kedepan. Meski yang kulihat hanya abu dan puing. Sisa kejayaan yang aku runtuhkan. Dan aku tak bisa membuat kau ikut, meski aku sangat ingin. Sangat ingin... Bagaimana denganmu?

Salam Selalu

 

Popular Posts

Tags

Akun (1) blegok (6) Catatan luka (36) DerapLangkah (11) gemes (1) Giyatta (7) Giyatta!! (3) HujanDeras (9) IN-g-AT (13) Kacau (31) KAYLA (3) LucuB (5) Mimpi (8) Minat n pengen (11) Naskah (7) Pesan (5) Puisi (4) salute (5) Sejuta hidup Sehari (45) Serius dikit (11) Shadowlight (16) SuPistik (6) tapi gak bakat (4) Ups (5) Wisata (7)

Ketikkan Saja